


SRAGEN - Mbah Gotho alias Suparman alias Sodimejo manusia tertua asal Sragen
meninggal di usia 146 tahun, Minggu (30/4) petang. Jenazah pria
kelahiran Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen tersebut akan
dikebumikan di Makam Tanggung, Desa Plumbon, hari ini.Sebelum
meninggal, Mbah Gotho mempunyai beberapa pesan kepada cucunya. Terutama
kedua cucu yang selama ini merawatnya, pasangan Suryanto (47) dan
Suwarni (44)."Simbah sebelum sakit itu pesan. Kabeh putu-putuku
ya, nek sewayah-wayah aku dipundhut, ikhlasno ya (Semua cucuku, kalau
sewaktu-waktu saya dipanggil, relakan ya)," ucap Suryono menirukan
kakeknya saat ditemui merdeka.com di rumah duka, Senin (1/5). | Agen Togel 4DSingapore & Hongkong |
Selain
pesan tersebut, Mbah Gotho juga minta agar dibelikan peti mati yang
baru, bukan peti mati yang telah disiapkannya sejak lama. Sedangkan batu
nisan yang telah dibeli tahun 1992, hari ini juga akan di pasang di
atas makam Mbah Gotho."Kita disuruh beli peti yang baru, karena yang lama sudah rusak. Kalau kijing (batu nisan) nanti langsung dipasang," ucap dia.Istri
Suryanto, Suwarni menambahkan, menjelang meninggalnya Mbah Gotho, tak
ada firasat apapun dari anggota keluarga. Keluarga juga sudah siap
menerima apapun terlebih jika Mbah Gotho dipanggil Yang Kuasa."Tidak ada firasat apa-apa. Kami semua sudah ikhlas menerima. Ini jalan terbaik bagi simbah," pungkas Suwarni. | Prediksi Togel & Bola Sbobet







Tidak ada komentar:
Posting Komentar