Berita Online Indonesia

Berita Online Indonesia menyediakan bermacam-macam info menarik yang terkait dengan hal-hal populer di dunia maya perkumpulan indonesia.

Hati-hati, Kini Beredar Sabun Pemutih Online Yang Berbahaya Buat Badanmu

Minggu, 25 Oktober 2015



Hati-hati, Kini Beredar Sabun Pemutih Online Yang Berbahaya Buat Badanmu



Sebagian wanita baik sadar atau nggak, mereka seringkali terobsesi dengan kecantikan. Salah satu hal bisa dikatakan cantik adalah dengan kulit yang putih. Jadi banyak wanita dengan berbagai macam cara ingin membuat kulitnya seputih mungkin.


Bagi wanita yang sibuk untuk membuat kulitnya agar tampak putih, diharapkan untuk cermat memilih cara untuk itu. Sebelum sesuatu yang menjadikan kulit Anda menjadi terancam penyakit atau iritasi pada sistem pernapasan, cermati dahulu informasi ini. Kini, sabun mengandung klorin yang kini beredar dinyatakan berbahaya.
Beberapa tahun belakangan muncul tren membuat kulit putih dengan menyuntikkan zat pemutih kulit ke dalam aliran darah. Namun, kini wanita khususnya di Thailand sedang tren menggunakan sabun klorin, yang mengandung whitening (pemutih) mode baru di mana perempuan menggosok dan menggosok kulit mereka dengan klorin agar bisa menjadi pucat.
Sabun klorin, yang sebenarnya mengandung kalsium hipoklorit, atau dikenal sebagai zat yang digunakan untuk membersihkan air di kolam renang.
Penjualan sabun ini marak secara online. Produsennya mengklaim hal ini membantu untuk memutihkan kulit dan mengurangi akumulasi bakteri dalam waktu 1-2 minggu.
Masyarakat Thailand umumnya menggambarkan kulit pucat itu indah, jadi begitu banyak yang tergiur dengan sabun ini.
Dan ternyata, itu bisa berpotensi merusak mata Anda. Hal ini diungkapkan seronag dokter dari Kasetsart University, Dr. Weerachai Phutdhawong, yang membuat tes dari sampel sabun klorin yang beredar di pasar.
“Zat ini mengandung 100% kalsium hipoklorit. Sabun akan mengiritasi kulit Anda dan merusak konjungtiva Anda,” tulisnya di Facebook seperti dilansir coconut.
“Ini sangat berbahaya.”
Kalsium hipoklorit yang umumnya digunakan untuk menjaga kolam bebas dari bakteri. Senyawa ini juga ditemukan dalam pembersih rumah tangga dan pemutih, yang hanya berisi 2-5% klorin. Tentu saja, sekali dalam kontak langsung dengan kulit manusia, klorin melakukan segala sesuatu.
“Klorin menyebabkan iritasi pada pernapasan sistem, hidung, mata, dan kulit,”
Weerachai juga menyebutkan cara terbaik untuk menangani klorin, dengan sarung tangan dan masker, tidak pada wajah atau untuk mandi busa.
“Warna kulit adalah jauh di bawah epidermis, menggunakan sabun atau scrub tidak dapat meringankan warna kulit secara alami gelap,” ujar Dr. Nopadol Nopakun, Presiden dermatologis Society of Thailand.
“Saya berpikir bahwa kulit yang bersih meskipun gelap itu sudah cukup. Tidak perlu menjadi putih. Makan sehat dan istirahat yang cukup itu saja kunci untuk kulit yang indah,” tambahnya.
Game Berhadiah Klik Disini !!!

Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Berita Online indonesia
Distributed By My Blogger Themes | Design By Herdiansyah Hamzah